Pengumpan RSS

PELATIHAN MOTIVATOR KELOMPOK PENDUKUNG IBU (KP IBU)

Tetap ceria mengikuti pelatihan meski dengan fasilitas dan tempat terbatas

Salah satu kegiatan promotif dan preventif yang diselenggarakan oleh Puskesmas Jetis II bekerja sama dengan Forkesdes (Forum Kesehatan Desa) Canden yaitu Pelatihan Motivator KP-Ibu (Kelompok Pendukung Ibu) yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Mei 2012.

Apa Itu Kelompok Pendukung Ibu?

Suatu kegiatan berbasis masyarakat dimana 8 – 10 orang ibu hamil dan ibu bayi 0 – 6 bulan berkumpul secara rutin untuk berbagi pengalaman, ide, dan informasi berkaitan dengan kehamilan, melahirkan dan menyusui dalam suasana saling mendukung dan saling percaya yang dipandu oleh motivator dengan tujuan mendukung ibu agar sukses memberi ASI Eksklusif 6 bulan.

Berlatih menggendong bayi yang benar… Agar ASI bisa keluar lancar dan bayi nyaman menyusui

Mengapa Kelompok Pendukung Ibu?

  • KP – Ibu adalah PEER SUPPORT (KELOMPOK SEBAYA) BUKAN kelas edukasi/penyuluhan
  • Promosi/edukasi/penyuluhan yang telah banyak dilakukan – cakupan ASI eksklusif 6 bulan tetap menurun
  • Peningkatan pengetahuan saja tidak cukup untuk merubah perilaku
  • ibu butuh ketrampilan dan dukungan (kepercayaan, penerimaan, pengakuan dan penghargaan) terhadap perasaan-perasaannya
  • Suasana saling memberi dukungan lebih mudah terbangun dalam kelompok sebaya yang mempunyai pengalaman dan situasi lingkungan yang sama

Ibu Minarti (Bidan Desa Patalan) sedang memberikan materi KP-Ibu bersama dengan Ibu Sri Lestari (Bidan Desa Canden)

Saling bekerja sama antara 2 bidan desa (Canden dan Patalan) mempersiapkan Pelatihan KP-Ibu

Panitia pelatihan dari Forkesdes Desa Canden “tetap semangat….”

Puskesmas Jetis II Terakreditasi

Setelah satu bulan lebih seluruh karyawan Puskesmas Jetis II dag-dig-dug menunggu hasil dari Penilaian Akhir Akreditasi oleh Badan Mutu Pelayanan Kesehatan (BMPK) Propinsi DIY, maka akhirnya pada tanggal 26 Maret 2012 dipaparkan hasil tersebut.

Paparan Hasil Penilaian Akhir Akreditasi disampaikan oleh Tim Penilai dari BMPK DIY terdiri dari Ibu Betha, Ibu Tyas dan bapak Kumoro. Sementara dari Dinas Kesehatan hadir Pak Karmijono.  Dari Puskesmas Jetis II sendiri hadir Kepala Puskesmas dan Ketua Tim Akreditasi beserta Ketua Pokja Akreditasi dan beberapa personil yang lain.

Hasil akhir penilaian adalah sebagai berikut :

  • Untuk Administrasi dan Manajemen mendapat hasil akhir kategori Kepatuhan Optimal (KO) mencapai : 89,36 %, Kesimpulan : TERAKREDITASI.
  • Untuk Pelayanan Medis mendapat hasil akhir kategori Kepatuhan Optimal (KO) mencapai : 95,92 %, Kesimpulan : TERAKREDITASI
  • Untuk Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) mendapat hasil akhir Kepatuhan Optimal (KO) mencapai : 70,5 %, Kesimpulan : TERAKREDITASI

Ket. Gambar : Tim dari BMPK DIY sedang mempresentasikan hasil penilaian akhir akreditasi Puskesmas Jetis II

SOSIALISASI KMS BALITA “BARU”

Sudah sejak awal tahun 2011, di wilayah kerja Puskesmas Jetis II menggunakan KMS Balita yang baru. Secara bertahap seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Jetis II akan menggunakan KMS format baru untuk memantau pertumbuhan. Beberapa perbedaan yang krusial antara KMS lama dengan yang baru diantaranya adalah : pada KMS baru dibedakan antara KMS untuk balita perempuan dan laki-laki, untuk balita perempuan menggunakan KMS yang berwarna merah muda dan balita yang laki-laki menggunakan KMS yang warna biru. Pada KMS baru ada angka KBM (kenaikan berat badan minimal) yang pada KMS lama hal tersebut tidak ada.

Sebelum KMS baru direlease penggunaannya, tahapan awal adalah mensosialisasikan cara penggunaan KMS tersebut pada ibu-ibu kader kesehatan dari dua desa di wilayah kerja Puskesmas Jetis II, yaitu Desa Patalan dan Canden.


Ibu-ibu kader Desa Canden begitu bersemangat mempelajari KMS Balita


Ibu-ibu kader tetap bersemangat mencermati dan belajar KMS Balita Baru, meski dengan sarana dan tempat yang seadanya….


Petugas gizi Puskesmas Jetis II sedangkan menerangkan cara menggunakan KMS Balita “Baru” untuk memantau pertumbuhan balita

Ibu-ibu kader Desa Patalan tetep ceria mempelajari KMS Baru

Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji

 

Mengingat dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 14 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji, didalam salah satu pasalnya menyebutkan bahwa  : “penanggung jawab pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji tahap I, lanjutan dan pelacakan kesehatan pasca haji adalah kepala puskesmas” MAKA : tidak ada salahnya marilah kita membaca (lagi) peraturan dan pedoman pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji…… Untuk mempersiapkan yang pemeriksaan lanjutan yang akan segera dimulai.

Beberapa Pedoman bisa didownload di bawah ini :

Pedoman-Pemeriksaan-Kesehatan-Haji-2010

Kepmenkes No 443 Th 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji

Wah maaf untuk Perbub Nomor 14 tahun 2011 belum bisa kami upload.

CEGAH RESISTENSI TERHADAP ANTIBOTIK

Sudah saatnya untuk lebih bijak dalam penggunaan antibiotik….

Apa yang Dimaksud dengan Antibiotik?

Antibiotik adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan mikro organisme seperti bakteri, jamur, parasit, dan virus. Penemuan antibiotik adalah salah satu temuan penting dalam sejarah dunia, menyembuhkan penderitaan milyaran orang dari berbagai penyakit, selama 70 tahun terakhir. Termasuk dalam antibiotik adalah agen kemoterapi, anti jamur, anti parasit, dan anti virus.

Sebagian besar dari kita dapat hidup lebih sehat dan lebih panjang umur karena bantuan obat yang manjur yang dikenal sebagai antibiotik, yang tersedia untuk mengobati berbagai penyakit infeksi.

Sebelum ditemukan antibiotik, banyak orang telah meninggal sia-sia akibat penyakit menular. Saat ini, tidak satupun dari kita yang bisa membayangkan hidup tanpa bantuan antibiotik.

Namun sekarang kita berada di ambang kehilangan manfaat berharga dari antibiotik. Penggunaan dan penyalahgunaan antibiotik pada manusia dan peternakan selama 70 tahun terakhir telah meningkatkan jumlah dan jenis mikro organisme yang kebal terhadap obat-obatan sehingga mikro organisme tersebut dapat menyebabkan kematian, penderitaan yang lebih besar dan cacat serta biaya pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.

Jika fenomena ini terus berlanjut, banyak risiko penyakit menular menjadi tidak terkendali. Hal ini akan berdampak pada pencapaian PBB pada peningkatan kesehatan terkait Millenium Development Goals tahun 2015. Lebih jauh lagi, perdagangan dan industri pariwisata global memungkinkan organisme bertahan dan dapat menularkan penyakit ke seluruh dunia.

Apa yang Dimaksud dengan Resistensi Antibiotik?

Kekebalan mikroba atau kerap dikenal sebagai resistensi mikroba atau resistensi obat terjadi saat mikro organisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit berubah sehingga menyebabkan obat tidak lagi manjur menyembuhkan penyakit. Ketika mikro organisme menjadi kebal terhadap obat antibiotik mereka menjadi sulit dibunuh. Belakangan ini, kuman semacam itu disebut superbugs. Ini mengkuatirkan karena kekebalan infeksi dapat membunuh, menyebar, dan menyebabkan kerugian besar bagi individu dan masyarakat.

Resistensi antibiotik didukung oleh penggunaan obat secara tidak tepat. Contohnya, dengan mengkonsumsi obat kurang dari yang seharusnya, atau tidak menuntaskan pengobatan sesuai anjuran dokter. Mutu obat yang rendah, peresepan yang tidak tepat, dan pengendalian infeksi yang buruk juga meningkatkan perkembangan dan penyebaran kekebalan terhadap obat. Rendahnya komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah ini, surveilans yang lemah, dan kurangnya perangkat untuk mendiagnosa, merawat, dan mencegah, juga menjadi penghalang pengendalian kekebalan terhadap obat.

Resistensi antibiotik bukanlah masalah baru, tetapi kini keadaannya menjadi lebih berbahaya. Banyak negara sudah melakukan upaya pencegahan tetapi dibutuhkan percepatan dan upaya bersama agar kita tidak mundur ke keadaan dimana tidak tersedia antibiotik.

Sumber : Kemenkes R.I.

USIR NYAMUK DENGAN APLIKASI ANTIMOSQUITOES

MUNGKIN INI BISA JADI ALTERNATIF LAIN UNTUK  MENURUNKAN KASUS PENYAKIT DBD ………………

Ada saja ulah programer membuat aplikasi pengusir nyamuk dan lalat. Aplikasi ini bernama antimoquitoes. Patut dan layak diapresiasi untuk kerja kerasnya dalam membuat aplikasi yang beramanfaat ini. Terutama bagi penduduk yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, di mana curah hujannya membantu kembang biak nyamuk dan serangga sejenisnya.

Berbagai cara dilakukan orang untuk mengusir nyamuk, mulai dari menggunakan obat nyamuk bakar, semprot, oles, bahkan electric. Sering pembeli hanya menanyakan berapa harga dan seberapa ampuh tanpa dan jarang yang bertanya seberapa aman? Yang perlu diwaspadai bahwa kesemuanya tidak ada yang aman. Dalam jangka pendek efeknya tidak aka terasa mungkin, namun dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan dan sangat berbahaya.

Prinsip kerja Antimosquitoes ini dengan mengeluarkan frekuensi bunyi tertentu dari laptop atau komputer (tidak mengganggu pendengaran manusia) yang membuat nyamuk terganggu karena frekuensi yang dihasilkan sangat tidak enak bagi nyamuk. Parameter bunyi dari program ini dipilih atas dasar eksperimen saat nyamuk terbang yang dilakukan di Universitas Kentucky Amerika Serikat.

Sebelum mencoba aplikasi ini pastikan terlebih dahulu sound dari komputer atau laptop aktif dan berfungsi dengan baik. Atau instal driver sound komputer jika ada masalah dengan suara. Anda dapat memilih untuk mengusir atau menolak jenis serangga tertentu seperti nyamuk atau lalat pada settingan aplikasi opsi ‘Select Pets’.

Pembuatnya yaitu Mr.Sarunyou Punyaratabundhu di situsnya mengungkapkan, para ilmuwan di laboratorium yang berbeda telah membuktikannya. Untuk menjalankan aplikasi ini sangat simpel cukup satu kali klik, dan pilih tab ‘Stop’ dan ‘Run’ maka aplikasi dapat bekerja dan berhenti seketika. Dan pada versi software selanjutnya, akan terus diadakan perbaikan-perbaikan guna mendapatkan fungsi yang maksimal.

Aplikasi Antimosquitoes dapat berjalan baik secara portable (tanpa harus diinstal terlebih dahulu) di sistem operasi Linux dan Microsoft Windows seperti: Windows XP, Vista, dan Windows 7. Kapasitasnya yang kecil hanya 426 KB menjadikan cepat dan mudah di-download sekalipun hanya menggunakan akses internet broadband mobile dengan modem atau ponsel sekalipun. Aplikasi ini memiliki lisensi freeware alias gratis dan bebas di-download  atau dibagikan kepada siapapu. Bagi yang tertarik dan ingin mencabanya silakan download dengan mengunjungi alamat berikut ini : http:/www.allmosquitoes.com/anti-mosquitoes-software/sea-antimosquitoes-xp-2.0-.html. aplikasi Antimosquioes tidak hanya untuk komputer saja yang disediakan, ternyata dalam situs www.allmosquitoes.com juga disediakan untuk versi ponsel, ada juga mp3, video, gambar, ringtones, game, artikel dan tanya jawab (berbahasa Inggris) seputar nyamuk yang dapat di-download.

Referensi : M.Imaduddin dalam Koran Kedaulatan Rakyat edisi Senin Pon,25 April 2011.

Jetis II Terus Berbenah Diri

Salah satu upaya  meningkatkan pelayanan kepada konsumen Puskesmas Jetis II adalah dengan pembenahan di Loket Pendaftaran. Kita usahakan untuk melayani konsumen dengan lebih cepat (dan tepat tentunya) pada saat melaksanakan pendaftaran. Antrian bisa lebih diperpendek lagi waktunya.

Beberapa upaya yang telah dan sedang kita laksanakan diantaranya yaitu :

  • Pembenahan sistem rekam medis;
  • Pembuatan papan informasi/kertas informasi mengenai prosedur dan jadwal pendaftaran dan pelayanan;
  • Pembenahan prosedur pendaftaran dan juga pelayanan;
  • Perbaikan form-form pendaftaran dan kasir.

Ket.gambar : Perbaikan rak rekam medis dengan membuat sekat-sekat untuk setiap dusun, agar lebih cepat ketika mencari  dan mengembalikan file rekam medis

Ket. gambar: karena keterbatasan waktu, penataan file rekam medis dilakukan secara bertahap, masih banyak file yang belum masuk kotak karena mesti disortir dulu

Ket.gambar : lembur yuk mensortir rekam medis….., mumpung pasien sudah habis jadi kursi pasien bisa dimanfaatin buat nyortir…

Mungkin buat puskesmas lain yang sudah tertata rapi sistem rekam medis dan prosedur pendaftarannya, kami dengan senang hati dan mengharap sekali share info pengalaman dan pengetahuannya.  Terima Kasih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.